Your SEO optimized title Tahitian Noni Juice: September 2013

Kamis, 26 September 2013

Iridoid, Komponen Penting dalam Tahitian Noni

Iridoid adalah suatu golongan dari monoterpens yang terlibat dalam biosintesis alkloid. ditemukan dalam berbagai tanaman obat - termasuk berbagai tanaman obat dari China yang telah terbukti khasiatnya - iridoid memiliki aktivitas terapetik yang luas, termasuk untuk kardiovaskuler, kloretik, penurunan gula darah, penghilang nyeri, anti radang, anti tumor, anti virus dan kemampuan imunomodulator.

Tumbuh-tumbuhan memproduksi iridoid terutama sebagai suatu pertahanan terhadap infeksi oleh patogen dan juga dari herbivora, dengan menghasilkan rasa pahit.

Iridoid tidak umum dijumpai dalam buah-buahan. Faktanya, buah Noni merupakan satu dari sedikit buah dimana terdapat iridoids didalamnya. Iridoids bukanlah flavanoids maupun karotenoid dan mereka secara ekstrim stabil terhadap panas maupun waktu. kandungan iridoids Noni telah menunjukkan daya tahan potensi dan bioaktifnya setelah pengolahan, pasteurisasi dan penyimpanannya.

Telah dikatakan bahwa iridoid ditemukan pada beberapa tumbuhan obat-obatan dari China yang populer. Yang menarik, M. Citrifolia menunjukkan kadar iridoid yang sangat tinggi dibandingkan dengan banyak tumbuhan obat.

Dalam beberapa jurnal penelitian yang terpublikasi, bioaktif iridoid bermanfaat :
1. Perlindungan syaraf
2. Anti tumor
3. Anti radang antioksidan
4. Manfaat kardiovaskuler
5. Perlindungan hati
6. Penurunan gula darah
7. Anti demam
8. Obat batuk
9. Penyembuhan Luka
10. Anti mulas
11. Anti virus
12. Anti mikroba
13. Imuno modulator
14. Anti alergi
15. Anti parasit
16. Pereda nyeri
17. Penurun tekanan darah

Jumat, 20 September 2013

AGEs dan Diabetes Melitus (DM)

Menurut WHO (World Health Organization), deabetes merupakan penyakit kronis, yang terjadi apabila pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup, atau ketika tubuh tidak lagi menggunakan insulin yang diproduksinya secara efektif. Hal ini mengakibatkan terjadinya peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah yang dikenal dengan istilah hiperglikemia.

Ginjal tidak dapat menahan hiperglikemia ini, karena ambang batas untuk gula darah adalah 180 mg% di dalam tubuh sehingga apabila terjadi hiperglikemia maka ginjal tidak dapat menyaring dan menyerap sejumlah glukosa dalam darah. Ginjal tidak dapat menyerap kembali semua glukosa yang tersaring keluar apabila konsentrasi glukosa dalam darah cukup tinggi, akibatnya glukosa dalam darah cukup tinggi, akibatnya glukosa tersebut diekskresikan melalui urin (glukosuria)

Ekresi ini akan disertai dengan pengeluaran cairan dan elektrolit yang berlebihan. Keadaan ini disebut dengan diuresis osmotik. Akibat hal ini, penderita akan mengalami peningkatan dalam berkemih (poliuria) dan sering merasa haus (polidipsi)

Advanced Glycation End-Product (AGEs)
Advanced Glycation End-Product (AGEs) adalah hasil dari rantai reaksi kimia glikasi awal. Jika kadar gula tinggi dalam makanan anda, maka indikasi ini mungkin muncul. Hamipir semua gula darah memberikan energi yang tubuh anda butuhkan. Namun demikian, sejumlah kecil gula darah anda terglikasi untuk membentuk Advanced Glycation End-Product (AGEs). Selain itu, gula sederhana seperti fruktosa dan galaktosa melalui glikasi hampir sepuluh kali lebih tinggi dari glukosa.

Review jurnal penelitian terpublikasi berjudul Diabetologia, dari Fakultas Kedokteran University of Western Australia yang juga bekerjasama dengan pusat penelitian Jantung di Australia menyatakan bahwa AGEs adalah kelompok yang kompleks dan heterogen dari senyawa yang telah terlibat dalam diabetes dan ada kaitnnya dengan penyakit komplikasi yang terjadi.

Sampai sejauh ini, tidak banyak yang mengetahui bahwa ternyata AGEs adalah penyebab atau akibat dari komplikasi yang terjadi. Penelitian ini membahas proses kompleks pembentukan kimia dari zat AGEs ini dan kaitan zat ini sebagai penyebab penyakit (patogen) secara biokimia terutama dalam kaitannya dengan komplikasi mikrovaskuler pada diabetes seperti retinopati (gangguan retina), nefropati (gangguan sel ginjal), dan neuropati (gangguan sel syaraf) serta peran AGEs dalam mempercepat vasculopathy (gangguan sel-sel pembuluh darah) pada diabetes. Konsep stress karbonil sebagai penyebab terbentuknya AGEs disebutkan juga pada penelitian ini.

Penelitian ini juga membahas perubahan AGEs dalam tubuh, terutama dalam kaitannya dengan perubahan yang terjadi seperti perubahan usia, riwayat penyakit diabetes dan gangguan komplikasinya seperti nefropati.

Masalah yang timbul dan ditekankan dalam penelitian ini berkaitan dengan metode terbaru dari deteksi AGEs dan pengukurannya, termasuk kurangnya metode pendeteksian yang patent atau ukuran pengukuran. Agen yang digunakan untuk pengobatan akumulasi AGEs ditinjau dan diuji dengan penekanan pada hasil percobaan fase III terbaru menggunakan Aminoguanidin dan terkait keberadaannya terhadap komplikasi diabetes.

Keterkaitan AGEs dan Diabetes Melitus
Sebagai seorang dokter di University Medical Center Groningen, Dr. Andries J. Smit (MD, PhD) selama ini mencari pemeriksaan non-invasive yang akurat untuk mengdiagnosis diabetes. Berbekal pengalaman selama 15 tahun sebagai Endocrinologist (Ahli kel. Endokrin) yang mengabdi sebagai
kepala pada unit penyakit pembuluh darah, beliau melakukan banyak penelitian shubungan dengan gangguan penyakit Diabetes dan pembuluh darah.

Keahliannya di bidang obat-obatan, organ tubuh dan gelar profesor di bidang hipertensi serta gangguan pembuluh darah terbukti melalui berbagai penelitian yang sudah diterbitkan dilebih dari 200 jurnal terpublikasi. Puncak dari semuanya itu ialah keberhasilan sebuah perusahaan teknologi DIAGNOPTICS yang berbasis di Belanda dalam kerjasama dengan Dr. Andries untuk membuat suatu alat yang dapat mengukur jumlah AGEs di dalam tubuh. Pengukuran AGEs memberikan setiap individu gambaran kesehatan sehingga mereka dapat mengelola jumlah AGEs. Hal ini dilakukan agar jangan sampai bahaya akan gangguan kesehatan mulai mengintip tanpa anda sadari karena gejala klinis mulai terasa karena kelalaian dalam mengatur jumlah AGE dalam tubuh.

Rabu, 18 September 2013

Deskripsi dan Tinjauan Umum Noni (Morinda citrifolita)


Nama Ilmiah : Morinda citrifolita
Nama umum
Noni, great morinda, Indian mulberry, cheese fruit, Nonaakai (India), Mengkudu, beach mulberry, Tahitian Noni

Asal dan penyebaran geografis
M. citrifolia berasal dari Asia Tenggara, namun dijumpai secara luas disepanjang kepulauan Pasifik India, Polinesia Perancis (Tahiti), Hawaii, Australia, Afrika dan daerah-daerah Karibia (termasuk Costa Rica, Puerto Rico dan Republuk Dominika).

Pertumbuhan dan habitat
M. citrifolia umumnya ditemukan pada berbagai habitat tumbuhan, termasuk di hutan-hutan yang teduh, tanah berpasir, daerah vulkanis dan kawasan garis pantai yang berbatu-batu. Pohon Noni, yang dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian kurang lebih 30 kaki (kurang lebih 9 meter), mencapai kedewasaan dalam waktu 18 bulan dan dapat menghasilkan buah rata-rata sebanyak 18 lbs (atau kira-kira 8-9 kg) per bulan. Pohon Noni sangat kuat dan tahan kekeringan.

Pohon Noni berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Buah pohon Noni dipandang sebagai buah jamak dengan aroma yang khas dan tajam saat masak. Buahnya tampak berbenjol-benjol dan bersekat-sekat dengan ukuran panjang rata-rata beberapa inchi saat ranum, dengan warna yang berubah dari hijau menjadi kuning hingga berwana putih saat masak.

Sejarah dan penggunaan tradisional
Tumbuhan Noni dipercaya berasal dari Asia Tenggara, dan kemudian tersebar ke timur ke Tahiti, Hawaii dan kepulauan Pasifik lainnya sejak kira-kira 1500 tahun yang lalu. Hal ini nampak bahwa pada beberapa kebudayaan Asia dari kepulauan Pasifik. Noni dikonsumsi sebagai bahan makanan, baik dalam bentuk mentah maupun olahan, dan yang lainnya memilih Noni untuk dikonsumsi hanya pada masa kelaparan atau masa-masa sulit lainnya, berhubungan dengan rasa dan baunya yang kurang sedap (pada beberapa budaya lokal Noni disebut sebagai “buah bagi yang kelaparan”).

Bukti yang cukup menunjukkan bahwa nenek moyang penduduk Polinesia (dan keturunannya) menggunakan Noni untuk makanan, pewarna pakaian dan yang terpenting adalah untuk keperluan pengobatan. Pada salah satu catatan kuno yang ditemukan tercantum bahwa “buah-buahan berwana hijau itu dimakan oleh penduduk asli dalam masakan mereka”. Pada beberapa daerah di India, tumbuhan ini memperoleh popularitas tertentu bahwa buah ini ditanam dan diolah dan dipergunakan untuk berbagai keperluan. Hal ini termasuk sebagai bahan yang dapat meningkatkan kesehatan, atau bermanfaat medis, yaitu manfaat yang ditawarkan oleh pohon dan buah dari tanaman ini. Penduduk asli India dilaporkan menggunakan Noni karena manfaat pengobatannya. Hampir seluruh bagian tanaman ini dilaporkan memiliki manfaat medis. Akar Noni dapat dimanfaatkan sebagai obat pencahar dan penurun panas, juga dioleskan untuk mengurangi rasa nyeri akibat penyakit asam urat. Daun pohon ini dapat dipergunakan sebagai obat penambah stamina dan penurun panas, juga dipergunakan dalam mengobati luka dan koreng, sementara air sari dari daunnya dapat dioleskan untuk pengobatan asam urat. Buah Noni dipergunakan untuk mengatasi keluhan kerongkongan, penyakit disentri, keputihan dan sapraemia. Penduduk kepulauan Fiji tampaknya mengkonsumsi buah Noni baik dalam bentuk buah segar maupun olahan, penduduk pulau Niue mengkonsumsinya secara teratur, sementara penduduk asli Burma menggunakan buah Noni yang masih hijau dalam masakan kari mereka dan buah matang untuk dikonsumsi langsung.

Di Nigeria, sekarang ini Noni digunakan untuk mengobati demam, penyakit kuning, disentri dan malaria. Catatan sejarah yang lain melaporkan bahwa buah yang matang dapat digunakan untuk “melancarkan menstruasi dan direkomendasikan oleh Rumpf untuk pengobatan nyeri berkemih, sementara buahnya untuk mengobati penyakit kencing manis (diabetes). Buah Noni kadang-kadang juga digunakan untuk masalah-masalah penyakit dalam seperti masalah pembengkakan limpa, penyakit hati, beri-beri, masalah pendarahan dan batuk, serta dapat juga dignakan sebagai pencahar ringan”.

TruAge Maxidoid dan Kesehatan Otak

Seiiring dengan bertambahnya usia, maka tubuh kita pun bertambah tua, kulit yang mengeriput, persendian yang semakin sulit digerakan, pencernaan yang semakin sensitif dan penurunan kesehatan otak yang ditandai dengan penurunan daya ingat dan daya pikir. Gangguan kesehatan otak secara khusus disebabkan oleh penipisan antioksidan dalam otak.

Tentu saja banyak cara yang dapat dilakukan agar kesehatan otak dapat tetap terjaga dengan baik. Olah raga, makan sayur dan buah-buahan yang masih segar, tidur yang cukup, rajin membaca buku dan berdiskusi.

Morinda melalui TruAge Maxidoid berupaya ikut menyumbang cara untuk menjaga kesehatan otak anda. Kandungan yang ada dalam TruAge Maxidoid membantu tubuh untuk mempertahankan fungsi kesehatan kognitif dengan meningkatkan aktifitas antioksidan di dalam otak. Tidak hanya itu saja, penelitian awal menunjukkan bahwa bioactive yang terkandung dalam Maxidoid meningkatkan aliran darah dalam otak, yang dapat membantu menghilangkan hambatan aliran darah dan meningkatkan trombosit, yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan ingatan pada otak