Your SEO optimized title Tahitian Noni Juice: Deskripsi dan Tinjauan Umum Noni (Morinda citrifolita)

Rabu, 18 September 2013

Deskripsi dan Tinjauan Umum Noni (Morinda citrifolita)


Nama Ilmiah : Morinda citrifolita
Nama umum
Noni, great morinda, Indian mulberry, cheese fruit, Nonaakai (India), Mengkudu, beach mulberry, Tahitian Noni

Asal dan penyebaran geografis
M. citrifolia berasal dari Asia Tenggara, namun dijumpai secara luas disepanjang kepulauan Pasifik India, Polinesia Perancis (Tahiti), Hawaii, Australia, Afrika dan daerah-daerah Karibia (termasuk Costa Rica, Puerto Rico dan Republuk Dominika).

Pertumbuhan dan habitat
M. citrifolia umumnya ditemukan pada berbagai habitat tumbuhan, termasuk di hutan-hutan yang teduh, tanah berpasir, daerah vulkanis dan kawasan garis pantai yang berbatu-batu. Pohon Noni, yang dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian kurang lebih 30 kaki (kurang lebih 9 meter), mencapai kedewasaan dalam waktu 18 bulan dan dapat menghasilkan buah rata-rata sebanyak 18 lbs (atau kira-kira 8-9 kg) per bulan. Pohon Noni sangat kuat dan tahan kekeringan.

Pohon Noni berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Buah pohon Noni dipandang sebagai buah jamak dengan aroma yang khas dan tajam saat masak. Buahnya tampak berbenjol-benjol dan bersekat-sekat dengan ukuran panjang rata-rata beberapa inchi saat ranum, dengan warna yang berubah dari hijau menjadi kuning hingga berwana putih saat masak.

Sejarah dan penggunaan tradisional
Tumbuhan Noni dipercaya berasal dari Asia Tenggara, dan kemudian tersebar ke timur ke Tahiti, Hawaii dan kepulauan Pasifik lainnya sejak kira-kira 1500 tahun yang lalu. Hal ini nampak bahwa pada beberapa kebudayaan Asia dari kepulauan Pasifik. Noni dikonsumsi sebagai bahan makanan, baik dalam bentuk mentah maupun olahan, dan yang lainnya memilih Noni untuk dikonsumsi hanya pada masa kelaparan atau masa-masa sulit lainnya, berhubungan dengan rasa dan baunya yang kurang sedap (pada beberapa budaya lokal Noni disebut sebagai “buah bagi yang kelaparan”).

Bukti yang cukup menunjukkan bahwa nenek moyang penduduk Polinesia (dan keturunannya) menggunakan Noni untuk makanan, pewarna pakaian dan yang terpenting adalah untuk keperluan pengobatan. Pada salah satu catatan kuno yang ditemukan tercantum bahwa “buah-buahan berwana hijau itu dimakan oleh penduduk asli dalam masakan mereka”. Pada beberapa daerah di India, tumbuhan ini memperoleh popularitas tertentu bahwa buah ini ditanam dan diolah dan dipergunakan untuk berbagai keperluan. Hal ini termasuk sebagai bahan yang dapat meningkatkan kesehatan, atau bermanfaat medis, yaitu manfaat yang ditawarkan oleh pohon dan buah dari tanaman ini. Penduduk asli India dilaporkan menggunakan Noni karena manfaat pengobatannya. Hampir seluruh bagian tanaman ini dilaporkan memiliki manfaat medis. Akar Noni dapat dimanfaatkan sebagai obat pencahar dan penurun panas, juga dioleskan untuk mengurangi rasa nyeri akibat penyakit asam urat. Daun pohon ini dapat dipergunakan sebagai obat penambah stamina dan penurun panas, juga dipergunakan dalam mengobati luka dan koreng, sementara air sari dari daunnya dapat dioleskan untuk pengobatan asam urat. Buah Noni dipergunakan untuk mengatasi keluhan kerongkongan, penyakit disentri, keputihan dan sapraemia. Penduduk kepulauan Fiji tampaknya mengkonsumsi buah Noni baik dalam bentuk buah segar maupun olahan, penduduk pulau Niue mengkonsumsinya secara teratur, sementara penduduk asli Burma menggunakan buah Noni yang masih hijau dalam masakan kari mereka dan buah matang untuk dikonsumsi langsung.

Di Nigeria, sekarang ini Noni digunakan untuk mengobati demam, penyakit kuning, disentri dan malaria. Catatan sejarah yang lain melaporkan bahwa buah yang matang dapat digunakan untuk “melancarkan menstruasi dan direkomendasikan oleh Rumpf untuk pengobatan nyeri berkemih, sementara buahnya untuk mengobati penyakit kencing manis (diabetes). Buah Noni kadang-kadang juga digunakan untuk masalah-masalah penyakit dalam seperti masalah pembengkakan limpa, penyakit hati, beri-beri, masalah pendarahan dan batuk, serta dapat juga dignakan sebagai pencahar ringan”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar